Kamis, 14 Maret 2019

LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

A.  Landasan Filosofis
Pendidikan senantiasa berhubungan dengan manusia apakah sebagai subjek,  objek maupun sebagai pengelola. Menurut M.J Langeved pendidikan atau mendidik adalah suatu upaya orang dilakukan secara sengaja untuk membantu anak atau orang yang belum dewasa dalam suatu lingkungan. Mengingat pendidikan adalah suatu proses yang disengaja tentu saja pendidikan adalah bertujuan atau memiliki tujuan yang harus dicapai.
Filsafat akan menentukan arah kemana peserta didik akan dibawa. Filsafat merupakan perangkat nilai-nilai yang melandasi dan membimbing ke arah pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karena itu,  filsafat yang dianut oleh suatu bangsa atau kelompok masyarakat terntentu termasuk yang di anut oleh perorangan sekalipun akan sangat mempengaruhi terhadap pendidikan yang ingin di rasakan.
1. Landasan filosofis pendidikan idealisme
Menurut filsafat idealisme bahwa kenyataan atau realitas pada hakikatnya adalah bersifat spiritual dari pada bersifat fisik,  bersifat mental dari pada material. 
Isi kurikulum atau sumber pengetahuan dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir manusia, menyiapkan keterampilan bekerja yang dilakukan melalui program dan proses pendidikan secara praktis. Implikasi bagi para pendidik,  yaitu bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terselenggaranya pendidikan.  Pendidik harus memiliki keunggulan kompetitif baik dalam segi intelektual maupun moral sehingga dapat dijadikan panutan bagi peserta didik.
2. Landasan filosofis pendidikan realisme
Filsafat realisme dikatakan dari filsafat idealisme. Dimana menurut filsafat realisme memandang bahwa dunia atau realitas adalah materi.
Implikasi bagi para pendidik terutama bahwa peran pendidik diposisikan sebagai pengelola pendidikan atau pembelajaran. Untuk itu,  pendidik harus menguasai tugas-tugas yang terkait dengan pendidikan khususnya dengan pembelajaran seperti penguasaan terhadap metode,  media dan strategi serta teknik pembelajaran.  Secara metodologis unsur pembiasaan memiliki arti yang sangat penting dan diutamakan dalam mengimplementasikan program pendidikan atau pembelajaran filsafat realisme.
3. Landasan filosofis pendidikan fragmatisme
Filsafat fragmatisme memandang bahwa kenyataan tidaklah mungkin dan tidak perlu. Kenyataan yang sebenarnya adalah kenyataan fisik, plura dan berubah (becoming). Manusia menurut fragmatisme adalah hasil evaluasi biologis, psikologis dan sosial.  Manusia lahir tanpa dibekali oleh kemampuan bahasa, keyakinan, gagasan atau norma-norma.
4. Landasan filosofis pendidikan nasional
Tujuan pendidikan nasional di indonesia tentu saja bersumber pada pandangan dan cara hidup manusia indonesia,  yakni pancasila. Hal ini berarti bahwa pendidikan di indonesia harus membawa peserta didik agar menjadi manusia yang berpancasila. Dengan kata lain landasan dan arah yang ingin di wujudkan oleh pendidikan di indonesia adalah yang sesuai dengan kandungan falsafah pancasila itu sendiri. 
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,  berakhlak mulia,  sehat,  berilmu, cakap,  kreatif , mandiri dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab (Passal 2 dan 3).

B. LANDASAN PSIKOLOGIS
Pendidikan senantiasa berkaitan dengan perilaku manusia, dalam proses pendidikan iti terjadi interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya.  Baik lingkungan yang bersifat fisik maupun lingkungan sosial. Melalui pendidikan diharapkan adanya perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan,  baik dewasa secara segi fisik, mental emosional,  moral, intelektual maupun sosial.
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungan. Sedangkan kurikulum adalah upaya menentukan program pendidikan untuk merubah perilaku manusia. Oleh sebab itu dalam mengembangkan kurikulum harus dilandasi oleh psikologi sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku peserta didik itu harus dikembangkan. 
Pada dasarnya ada dua jenis psikologi yang memiliki kaitan sangat erat dan harus dijadikan sumber pemikiran dalam mengembangkan kurikulum yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan adalah ilmu atau studi yang mengkaji perkembangan manusia,  beserta kecenderungan perilaku yang ditunjukkannya.  Adapun psikologi belajar,  adalah suatu pendekatan atau studi yang mengkaji bagaimana manusia umumnya melakukan proses belajar.

C. LANDASAN SOSIOLOGIS, ILMU PENGETAHUAN, DAN TEKNOLOGI
pendidikan adalah sosial budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.  Pendidikan adalah proses sosialisasi melalui interaksi insani menuju manusia yang berbudaya.  Dalam konteks inilah anak didik di hadapkan dengan budaya manusia,  dibina dan dikembangkan sesuai dengan nilai budayanya.  Serta di pupuk kemampuan dirinya menjadi manusia yang berbudaya.
Disisi lain,  bahwa pendidikan merupakan usaha menyiapkan subjek didik (siswa) menghadapi kehidupan yang selalu mengalami perubahan dengan pesat dan bahkan sulit untuk ditebak. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan pengajaran dan latihan bagi perannya di masa yang akan datang.
Teknologi adalah aplikasi dari ilmu pengetahuan ilmiah dan ilmu-ilmu lainnya untuk memecahkan masalah-masalah praktis.  Ilmu dan teknologi tidak bisa di pisahkan.  Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat seiring lajunya perkembangan masyarakat.
A.  Landasan sosiologis
Dilihat dari substansinya faktor sosiologis sebagai landasan dalam mengembangkan kurikulum dapat dikaji dari dua sisi yaitu dari sisi kebudayaan dan kurikulum serta dari unsur masyarakat dan kurikulum.
1. Kebudayaan dan kurikulum
Faktor kebudayaan merupakan bagian yang penting dalam pengembangan kurikulum dengan pertimbangan :
a. Individu lahir tidak berbudaya, baik dalam kebiasaan, cita-cita,  sikap, pengetahuan, keterampilan, dan lain sebagainya.
b. Kurikulum dalam setiap masyarakat pada dasarnya merupakan refleksi dari cara orang berpikir,  berasa,  bercita-cita atau kebiasaan-kebiasaan.
c. Seluruh nilai yang disepakati masyarakat dapat pula disebut kebudayaan. Oleh karena itu, kebudayaan dapat dikatakan sebagai suatu konsep yang memiliki kompleksitas tinggi.

2. Masyarakat dan kurikulum
Masyarakat adalah suatu kelompok individu yang di organisasikan mereka sendiri kedalam kelompok-kelompok berbeda. Kebudayaan hendaknya dibedakan dengan istilah masyarakat yang mempunyai arti suatu kelompok individu yang terorganisir yang berpikir tentang dirinya sebagai suatu yang berbeda dengan kelompok atau masyarakat lainnya.
Dalam konteks inilah kurikulum sebagai program pendidikan harus cepat menjawab tantangan dan tuntutan masyarakat. Untuk dapat menjawab tuntutan tersebut bukan hanya pemenuhan dari segi pendekatan dan strategi pelaksanaannya.  Oleh karena itu,  guru para pembina dan pelaksana kurikulum dituntut lebih peka mengantisipasi perkembangan masyarakat.
B. LANDASAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Pendidikan merupakan usaha menyiapkan peserta didik menghadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan yang semakin pesat. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan bagi perannya dimasa akan datang.
Salah satu ciri masyarakat adalah selalu berkembang perkembangan masyarakat dipengaruhi oleh falsafah hidup, Nilai-nilai, IPTEK, dan kebutuhan yang ada dalam masyarakat. Perkembangan masyarakat menuntuk tersedianya proses pendidikan yang relevan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak membawa perubahan pada sisten nilai-nilai. Pendidikan pada dasarnya adalah bersifat normatif, dengan demikian bagaimana agar perubahan nilai-nilai yang di akibatkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa menuju pada perubahan yang bersifat positif.

Sumber : Http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND. _LUAR_BIASA/19620906198611-AHMAD_MULYADIPRANA/PDF/


13 komentar:

  1. Apakah kurikulum pada saat ini sdah sesuai dengan ke 4 landasan tersebut? jelaskan beserta contoh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, dari masing-masing landasan tersebut sudah banyak di gunakan pada kurikulum pembelajaran disekolah, karena pada Pada landasan filosofis yang ada pada kurikulun tersebut menyangkut bagaimana seorang pendidik menerapkan nilai-nilai yang melandasi dan membimbing peserta didiknya untuk mengembangkan kemampuan berfikir nya secara praktis. Dan pada landasan psikologis juga dijelaskan bahwa pendidikan berkaitan dengan perilaku manusia, dimana terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didiknya, baik di lingkungan yang bersifat fisik maupun sosial.

      Hapus
  2. Terimakasih via... Sudah Berbagi

    BalasHapus
  3. Sangat membantu bagi yang tidak tahu, thank you❣️👍🏻

    BalasHapus
  4. Coba anda berikan contoh dari masyarakat dan kurikulum! Jelaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagaimana telah di kaitkan hubungan masyarakat dengan kurikulum yaitu dimana pengembangan kurikulum hendaknya memperhatikan kebutuhan dan perkembangan masyarakatnya.
      Dan masyarakat adalah salah satu dasar dalam pengembangan kurikulum.
      Contohnya, tiap masyarakat mempunyai kebudayaan sendiri-sendiri dengan demikian yang membedakan masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya adalah kebudayaannya. Yaitu dimana reaksi terhadap seseorang tergantung kebudayaan dimana ia berada. Sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pada hakikatnya adalah hasil kebudayaan dari manusia itu sendiri.

      Hapus
  5. Bagaimana peran landasan dalam pengembangan kurikulum di suatu lembaga sekolah?

    BalasHapus
  6. Coba via verikan contoh dari landasan filosofis

    BalasHapus
  7. Apakah penting landasan tekhnologi di lembaga pendidikan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya penting. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada pada hakikatnya adalah hasil kebudayaan manusia. Maka kehidupan manusia semakin luas dan akan semakin meningkat sehingga tuntutan hidup pun semakin tinggi. Dan pendidikan harus mempersiapkan anak didik untuk hidup wajar sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat.

      Hapus
  8. Terima kasih sudah berbagi ilmunya

    BalasHapus
  9. Terima kasih sudah berbagi ilmunya

    BalasHapus

A. Konsep penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah metode penellitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang ala...