MATERI 12
LANGKAH – LANGKAH PENYUSUNAN
KURIKULUM
1.
NEED ASSESMENT
Kurikulum
dengan needs assessment model merupakan kurikulum yang dirancang berdasarkan hasil
dari analisis kebutuhan pembelajar. Needs assessment dilakukan agar kurikulum
yang dirancang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pembelajar.Pengajar
menentukan tujuan pendidikan berdasara pada kebutuhan dasar pembelajar. Dengan
melakukan observasi di dalam dan luar kelas, pegajar menaksir
kebutuhan-kebutuhan (needs) yang dimiliki setiap individu pembelajar. Kebutuhan-kebutuhan
ini akan menjadi tujuan pembelajaran yang akan diperoleh pembelajar.
Need
analysis atau need assessment berkenaan dengan apa-apa yang dibutuhkan dalam
pengembangan desain kurikulum. Kajian pendekatan yang berbeda terhadap
penilaian kebutuhan ini, akan mengarahkan pada bagaimana menyiapkan, menyusun
dan menggunakan informasi yang terbaik, dimana konteks pengembangan kurikulum secara
spesifik dapat memenuhi kebutuhan individual dan kebutuhan lembaga itu sendiri.
Teknik-teknik yang efektif dalam mengembangkan tujuan umum dan tujuan khusus
dapat disusun selama fase analisis kebutuhan (need analysis) itu sendiri.
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa Needs Assessment merupakan penilaian yang dilakukan
sebagai upaya, proses dan alat penetapan tujuan pembelajaran, juga merupakan
sebuah proses evaluasi program pengajaran yang telah dilakukan untuk perbaikan
program pengajaran yang akan dilakukan. Ada 4 fase pelaksanaan Needs Assessment
sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi dan memprioritaskan tujuan yang akan datang,
dengan menjawab pertanyaan apa yang harus ada (what should be)
2. Menentukan kondisi dan tujuan yang ada berkaitan dengan pertanyaan
apa yang ada (what is)
3. Mengidentifikasi needs yang merupakan perbedaan (discrepancy)
antara harapan yang akan dicapai dengan kondisi yang ada
4. Melakukan prioritas terhadap kebutuhan yang paling urgen, laik
(feasible) dilaksanakan dan layak (worth) dilakukan.
2.
SWOT ANALYSIS
Analisis SWOT
adalah identifikasi berbagai faktor – faktor sistematis untuk merumuskan
strategi sebuah organisasi baik perusahaan bisnis maupun organisasi sosial.SWOT adalah singkatan dari Strengths
(kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), Threats (tantangan).
Analisa SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal
dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan kita dalam memasarkan event kita.
Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat
deskriptif (memberi gambaran).Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar
yaitu:
1) Strength adalah situasi atau kondisi
yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
2) Weakness adalah situasi atau kondisi
yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
3) Opportunity adalah situasi atau
kondisi yang merupakan peluang di luarorganisasi dan memberikan peluang
berkembang bagi organisasi di masa depan.
4) Threat adalah situasi yang merupakan
ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam
eksistensi organisasi di masa depan.
Dalam dunia pendidikan analisis ini digunakan
untuk mengevaluasi fungsi pengembangan kurikulum, fungsi perencanaan dan
evaluasi, fungsi ketenagaan, fungsi keuangan, fungsi proses belajar mengajar,
fungsi pelayanan kesiswaan, fungsi pengembangan iklim akademik, fungsi hubungan
sekolah dengan masyarakat dan sebagainya dilibatkan. Maka untuk mencapai
tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktornya dilakukanlah analisis SWOT.
Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap
fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran
yang telah ditetapkan. Berhubung tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh
tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi, maka
analisis SWOT dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi, baik
faktor internal maupun eksternal.
3.
PENENTUAN TUJUAN, CONTENT, ACTIVITY
TUJUAN
Tujuan dirumuskan berdasarkan analisis terhadap berbagai kebutuhan,
tuntutan dan harapan. Oleh karna itu tujuan dirumuskan dengan mempertimbangkan
fakto masyarakat, siswa serta ilmu pengetahuan yang dapat dituangkan dalam
rumusan tujuan institusional dan tujuan instruksional(Tedjo Narsoyo. R, 2010:
204).Tujuan umum mencerminkan gambaran peserta didik dan gambaran masyarakat.
Gambaran ini harus jelas dirumuskan. Sesudah gambaran ini ditetapkan, maka
kemudian harus disusun konsep pengembangan yang sesuai dengan visi. Setiap
tujuan umum harus dapat dijabarkan dalam program-program yang ditujukan kepada
murid dalam berbagai tingkat perkembangan. Tujuan mempunyai tiga tingkatan
yaitu :
1) Tujuan
tanggung jawab social
2) Tujuan
yang bersifat pengembangan: siswa mengenal lapangan pembangunan masyarakat dan
berpartisipasi dalam proyek pembanguna
3) Tujuan
instruksional siswa mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam proyek-proyek
pembangunan masyarakat
Tujuan kurikulum apapun
bentuk dan modelnya pada dasarnya harus mempertimbangkan berbagai sumber untuk kepentingan
individu dan masyarakat. Menurut Nana Syaodih (1997: 103), dalam kurikulum pendidikan
dasar dan menengahtahun 1975/1976 dikenal dengan kategori tujuan sebagai
berikut. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang, tujuan
ideal pendidikan bangsa Indonesia. Tujuan institusional merupakan sasaran pendidikan
suatu lembaga pendidikan. Tujuan kurikuler, adalah tujuan yang ingin dicapai oleh
suatu program studi. Tujuan instruksional yang merupakan target yang harus masih
dicapai oleh satu mata pelajaran. Tujuan instruksional ini masih dibagi lagi menjadi
tujuan instruksional umum dan khusus (objective yang merupakan tujuan pokok bahasan).
CONTENT
Komponen isi kurikulum berkenaan
dengan pengetahuan ilmiah dan jenis pengalarnan belajar yang akan diberikan
kepada siswa agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam
menentukan isi kurikulum baik yang berkenaan dengan pengetahuan ilmiah maupun
pengalaman belajar disesuaikan dengan tingkat dan jenjang pendidikan,
perkembangan yang terjadi dalam masyarakat, tuntutan dan kebutuhan masyarakat
serta perkembangan iimu pengetahuan dan teknologi.
Ada beberapa kriteria yang bisa
digunakan dalam merancang isi kurikulum, yaitu:
1) Isi
kurikulurn harus sesuai, tepat dan bermakna bagi perkembangan siswa, artinya
sejalan dengan tahap perkembangan anak
2) Isi
kurikulum harus mencerminkan kenyataan sosial, artinya sesuai dengan tuntutan hidup
nyata dalam masyarakat
3) Isi
kurikulum dapat mencapai tujuan yang komprehensif, artinya mengandung aspek
intelektual, moral, sosial, dan skills secara integral
4) Isi
kurikulum harus berisikan bahan pelajaran yang jelas, teori, prinsip, bukan
hanya sekedar informasi yang teorinya masih samar-samar
5) Isi
kurikulum harus dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. lni dikarenakan
isi kurikulum berupa program pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru
dalam menghantarkan anak didik mencapai tujuan pendidikan.
Jadi
kurikulum tidak hanya berisikan pengetahuan ilmiah berupa daftar mata pelajaran
semata tanpa memperhatikan pengalaman belajar yang bermakna, justru sebaliknya
mata pelajaran itu hanyalah merupakan kemasan pengalaman belajar yang bermakna
yang sangat dibutuhkan oleh anak didik dalam hidupnya. Mata pelajaran merupakan
bendel-bendel atau akumulasi jenis pengetahuan, pengalaman dan skills yang akan
dikembangkan pada anak didik, oleh karma itu setiap mata pelajaran harus
menggambarkan kerangka keilmuan yang jelas baik mengenai apa yang harus
dipelajari (ontologi), bagaimana mempelajarinya (epistemologi), dan apa
manfaatnya bagi anak didik dan bagi umat manusia secara umum (axiolagi).
ACTIVITY
Organisasi
dapat dirumuskan sesuai dengan tujuan dan pengalaman belajar yang menjadi isi
kurikulum, dengan mempertimbangkan bentuk kurikulum yang digunakan.Kurikulum ini cenderung mengutamakan kegiatan-kegiatan
atau pengalaman-pengalaman siswa dalam rangka membentuk kemampuan yang
terintegrasi dengan lingkungan maupun dengan potensi siswa. Ada empat tipe
pembelajaran proyek yang dapat dikembangkan dalam activity curricullum di
antaranya:
a) Contruction on creative project adalah pembelajaran yang
bertujuan untuk mengembangkan ide-ide atau merealisasikan suatu ide dalam suatu
bentuk tertentu misalnya: membuat payung, menulis gagasan atau surat dan
lain-lain.
b) Appreciation on enjoyement project adalah pembelajaran yang
bertujuan untuk menikmati pengalaman-pengalaman dalam bentuk apresiasi atau
estetis (estetika), misalnya menyaksikan permainan drama.
c)
The problem project adalah pembelajaran yang
bertujuan untuk memecahkan, masalah yang bersifat intelektual tetapi ada
substansi terdapat keterampilan (vokasional), misalnya bagaimana cara
penanggulang penyebaran flu burung.
d)
The drill of specific project adalah pembelajaran
yang bertujuan untuk memperoleh beberapa item atau tingkatan keterampilan,
misalnya bagaimana mengoprasikan kamera digital, bagaimana cara menulis dan
lain-lain
4.
EVALUASI
Kurikulum
sebagai alat pendidikan selalu harus dipantau dan dikendalikan agar kurikulum
tersebut senantiasa dapat berjalan sesuai dengan program yang telah ditetapkan.
Kegiatan pemantauan terhadap kurikulum adalah termasuk dalam aktifitas
pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikukum adalah suatu kegiatan sistematis
serta terencana yang terdiri atas empat komponen kurikulum yakni tujuan
kurikulum, content atau materi yang hendak diajarkan, metode pembelajaran yang
masuk dalam ranah implementasi kurikulum, dan evaluasi kurikulum. Keempat
komponen pengembangan kurikulum ini saling terkait dan menjadi kesatuan utuh
keseluruhan proses pengembangan kurikulum.
Evaluasi
kurikulum mengacu pada tujuan kurikulum, evaluasi perlu dilakukan untuk
memperoleh balikan sebagai dasar dalam melakukan perbaikan, oleh karena itu
evaluasi dapat dilakukan secara terus menerus.
Dalam
konteks evaluasi kurikulum, kegiatan evaluasi dilakukan pada semua komponen,
yang meliputi :
1) Evaluasi
penjajakan kebutuhan dan kelayakan kurikulum
2) Evaluasi
pengembangan kurikulum
3) Evaluasi
proses belajar-mengajar
4) Evaluasi
bahan pembelajaran
5) Evaluasi
keberhasilan (produk) kurikulum
6) Penelitian
kurikulum atau riset evaluasi kurikulum.
Suatu evaluasi kurikulum, minimal berkenaan dengan tiga hal, yakni
evaluasi sebagai moral judgment, evaluasi dan penentuan keputusan, evaluasi dan
kosensus nilai.
- Nana Syaodih
Sukmadinata (1997). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: PT
Remaja Rosda
- Oemar Hamalik
(1991). Pengembangan Kurikulum. Bandung: Mandar Maju
- Tedjo NarsoyoR(2010). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Bandung: Refika Aditama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar