Selasa, 28 Mei 2019

LANGKAH – LANGKAH PENYUSUNAN KURIKULUM


MATERI 12
LANGKAH – LANGKAH PENYUSUNAN KURIKULUM

1.    NEED ASSESMENT
Kurikulum dengan needs assessment model merupakan kurikulum yang dirancang berdasarkan hasil dari analisis kebutuhan pembelajar. Needs assessment dilakukan agar kurikulum yang dirancang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pembelajar.Pengajar menentukan tujuan pendidikan berdasara pada kebutuhan dasar pembelajar. Dengan melakukan observasi di dalam dan luar kelas, pegajar menaksir kebutuhan-kebutuhan (needs) yang dimiliki setiap individu pembelajar. Kebutuhan-kebutuhan ini akan menjadi tujuan pembelajaran yang akan diperoleh pembelajar.
Need analysis atau need assessment berkenaan dengan apa-apa yang dibutuhkan dalam pengembangan desain kurikulum. Kajian pendekatan yang berbeda terhadap penilaian kebutuhan ini, akan mengarahkan pada bagaimana menyiapkan, menyusun dan menggunakan informasi yang terbaik, dimana konteks pengembangan kurikulum secara spesifik dapat memenuhi kebutuhan individual dan kebutuhan lembaga itu sendiri. Teknik-teknik yang efektif dalam mengembangkan tujuan umum dan tujuan khusus dapat disusun selama fase analisis kebutuhan (need analysis) itu sendiri.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Needs Assessment merupakan penilaian yang dilakukan sebagai upaya, proses dan alat penetapan tujuan pembelajaran, juga merupakan sebuah proses evaluasi program pengajaran yang telah dilakukan untuk perbaikan program pengajaran yang akan dilakukan. Ada 4 fase pelaksanaan Needs Assessment sebagai berikut:
1.       Mengidentifikasi dan memprioritaskan tujuan yang akan datang, dengan menjawab pertanyaan apa yang harus ada (what should be)
2.       Menentukan kondisi dan tujuan yang ada berkaitan dengan pertanyaan apa yang ada (what is)
3.       Mengidentifikasi needs yang merupakan perbedaan (discrepancy) antara harapan yang akan dicapai dengan kondisi yang ada
4.       Melakukan prioritas terhadap kebutuhan yang paling urgen, laik (feasible) dilaksanakan dan layak (worth) dilakukan.

2.    SWOT ANALYSIS
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor – faktor sistematis untuk merumuskan strategi sebuah organisasi baik perusahaan bisnis maupun organisasi sosial.SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), Threats (tantangan). Analisa SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan kita dalam memasarkan event kita. Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran).Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu:
1)    Strength adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
2)    Weakness adalah situasi atau kondisi yang  merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
3)    Opportunity adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang  di luarorganisasi dan memberikan peluang berkembang bagi  organisasi di masa depan.
4)    Threat adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa depan.
Dalam dunia pendidikan analisis ini digunakan untuk mengevaluasi fungsi pengembangan kurikulum, fungsi perencanaan dan evaluasi, fungsi ketenagaan, fungsi keuangan, fungsi proses belajar mengajar, fungsi pelayanan kesiswaan, fungsi pengembangan iklim akademik, fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat dan sebagainya dilibatkan. Maka untuk mencapai tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktornya dilakukanlah analisis SWOT. Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Berhubung tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi, maka analisis SWOT dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi, baik faktor internal maupun eksternal.

3.    PENENTUAN TUJUAN, CONTENT, ACTIVITY
TUJUAN
Tujuan dirumuskan berdasarkan analisis terhadap berbagai kebutuhan, tuntutan dan harapan. Oleh karna itu tujuan dirumuskan dengan mempertimbangkan fakto masyarakat, siswa serta ilmu pengetahuan yang dapat dituangkan dalam rumusan tujuan institusional dan tujuan instruksional(Tedjo Narsoyo. R, 2010: 204).Tujuan umum mencerminkan gambaran peserta didik dan gambaran masyarakat. Gambaran ini harus jelas dirumuskan. Sesudah gambaran ini ditetapkan, maka kemudian harus disusun konsep pengembangan yang sesuai dengan visi. Setiap tujuan umum harus dapat dijabarkan dalam program-program yang ditujukan kepada murid dalam berbagai tingkat perkembangan. Tujuan mempunyai tiga tingkatan yaitu :
1)   Tujuan tanggung jawab social
2)   Tujuan yang bersifat pengembangan: siswa mengenal lapangan pembangunan masyarakat dan berpartisipasi dalam proyek pembanguna
3)   Tujuan instruksional siswa mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam proyek-proyek pembangunan masyarakat
Tujuan kurikulum apapun bentuk dan modelnya pada dasarnya harus mempertimbangkan berbagai sumber untuk kepentingan individu dan masyarakat. Menurut Nana Syaodih (1997: 103), dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengahtahun 1975/1976 dikenal dengan kategori tujuan sebagai berikut. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang, tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. Tujuan institusional merupakan sasaran pendidikan suatu lembaga pendidikan. Tujuan kurikuler, adalah tujuan yang ingin dicapai oleh suatu program studi. Tujuan instruksional yang merupakan target yang harus masih dicapai oleh satu mata pelajaran. Tujuan instruksional ini masih dibagi lagi menjadi tujuan instruksional umum dan khusus (objective yang merupakan tujuan pokok bahasan).

CONTENT
Komponen isi kurikulum berkenaan dengan pengetahuan ilmiah dan jenis pengalarnan belajar yang akan diberikan kepada siswa agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam menentukan isi kurikulum baik yang berkenaan dengan pengetahuan ilmiah maupun pengalaman belajar disesuaikan dengan tingkat dan jenjang pendidikan, perkembangan yang terjadi dalam masyarakat, tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta perkembangan iimu pengetahuan dan teknologi.
Ada beberapa kriteria yang bisa digunakan dalam merancang isi kurikulum, yaitu:
1)   Isi kurikulurn harus sesuai, tepat dan bermakna bagi perkembangan siswa, artinya sejalan dengan tahap perkembangan anak
2)   Isi kurikulum harus mencerminkan kenyataan sosial, artinya sesuai dengan tuntutan hidup nyata dalam masyarakat
3)   Isi kurikulum dapat mencapai tujuan yang komprehensif, artinya mengandung aspek intelektual, moral, sosial, dan skills secara integral
4)   Isi kurikulum harus berisikan bahan pelajaran yang jelas, teori, prinsip, bukan hanya sekedar informasi yang teorinya masih samar-samar
5)   Isi kurikulum harus dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. lni dikarenakan isi kurikulum berupa program pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru dalam menghantarkan anak didik mencapai tujuan pendidikan.
Jadi kurikulum tidak hanya berisikan pengetahuan ilmiah berupa daftar mata pelajaran semata tanpa memperhatikan pengalaman belajar yang bermakna, justru sebaliknya mata pelajaran itu hanyalah merupakan kemasan pengalaman belajar yang bermakna yang sangat dibutuhkan oleh anak didik dalam hidupnya. Mata pelajaran merupakan bendel-bendel atau akumulasi jenis pengetahuan, pengalaman dan skills yang akan dikembangkan pada anak didik, oleh karma itu setiap mata pelajaran harus menggambarkan kerangka keilmuan yang jelas baik mengenai apa yang harus dipelajari (ontologi), bagaimana mempelajarinya (epistemologi), dan apa manfaatnya bagi anak didik dan bagi umat manusia secara umum (axiolagi).

ACTIVITY
Organisasi dapat dirumuskan sesuai dengan tujuan dan pengalaman belajar yang menjadi isi kurikulum, dengan mempertimbangkan bentuk kurikulum yang digunakan.Kurikulum ini cenderung mengutamakan kegiatan-kegiatan atau pengalaman-pengalaman siswa dalam rangka membentuk kemampuan yang terintegrasi dengan lingkungan maupun dengan potensi siswa. Ada empat tipe pembelajaran proyek yang dapat dikembangkan dalam activity curricullum di antaranya:
a)      Contruction on creative project adalah pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan ide-ide atau merealisasikan suatu ide dalam suatu bentuk tertentu misalnya: membuat payung, menulis gagasan atau surat dan lain-lain.
b)      Appreciation on enjoyement project adalah pembelajaran yang bertujuan untuk menikmati pengalaman-pengalaman dalam bentuk apresiasi atau estetis (estetika), misalnya menyaksikan permainan drama.
c)      The problem project adalah pembelajaran yang bertujuan untuk memecahkan, masalah yang bersifat intelektual tetapi ada substansi terdapat keterampilan (vokasional), misalnya bagaimana cara penanggulang penyebaran flu burung.
d)     The drill of specific project adalah pembelajaran yang bertujuan untuk memperoleh beberapa item atau tingkatan keterampilan, misalnya bagaimana mengoprasikan kamera digital, bagaimana cara menulis dan lain-lain

4.    EVALUASI
Kurikulum sebagai alat pendidikan selalu harus dipantau dan dikendalikan agar kurikulum tersebut senantiasa dapat berjalan sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Kegiatan pemantauan terhadap kurikulum adalah termasuk dalam aktifitas pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikukum adalah suatu kegiatan sistematis serta terencana yang terdiri atas empat komponen kurikulum yakni tujuan kurikulum, content atau materi yang hendak diajarkan, metode pembelajaran yang masuk dalam ranah implementasi kurikulum, dan evaluasi kurikulum. Keempat komponen pengembangan kurikulum ini saling terkait dan menjadi kesatuan utuh keseluruhan proses pengembangan kurikulum.
Evaluasi kurikulum mengacu pada tujuan kurikulum, evaluasi perlu dilakukan untuk memperoleh balikan sebagai dasar dalam melakukan perbaikan, oleh karena itu evaluasi dapat dilakukan secara terus menerus.
Dalam konteks evaluasi kurikulum, kegiatan evaluasi dilakukan pada semua komponen, yang meliputi :
1)      Evaluasi penjajakan kebutuhan dan kelayakan kurikulum
2)      Evaluasi pengembangan kurikulum
3)      Evaluasi proses belajar-mengajar
4)      Evaluasi bahan pembelajaran
5)      Evaluasi keberhasilan (produk) kurikulum
6)      Penelitian kurikulum atau riset evaluasi kurikulum.
Suatu evaluasi kurikulum, minimal berkenaan dengan tiga hal, yakni evaluasi sebagai moral judgment, evaluasi dan penentuan keputusan, evaluasi dan kosensus nilai.


 DAFTAR PUSTAKA
  •          Nana Syaodih Sukmadinata (1997). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosda
  •          Oemar Hamalik (1991). Pengembangan Kurikulum. Bandung: Mandar Maju
  •   Tedjo NarsoyoR(2010). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Bandung: Refika Aditama.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

A. Konsep penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah metode penellitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang ala...