Selasa, 28 Mei 2019

PENDIDIKAN REVOLUSI DI ERA REVOLUSI MENTAL


MATERI 13
PENDIDIKAN REVOLUSI DI ERA REVOLUSI MENTAL

1.    PENGERTIAN REVOLUSI MENTAL
Revolusi Mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusiaIndonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja,bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.Revolusi di jaman kemerdekaan adalah sebuah perjuangan fisik, perangmelawan penjajah dan sekutunya, untuk mempertahankan Negara KesatuanRepublik Indonesia. Kini, 70 tahun setelah bangsa kita merdeka,sesungguhnya perjuangan itu belum, dan tak akan pernah berakhir. Kitasemua masih harus melakukan revolusi, namun dalam arti yang berbeda.Bukan lagi mengangkat senjata, tapi membangun jiwa bangsa.Membangun jiwa yang merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, danperilaku agar berorientasi pada kemajuan dan hal-hal yang modern, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi denganbangsa-bangsa lain di dunia.
Gerakan revolusi mental semakin relevan bagi bangsa Indonesiayang saat ini tengah menghadapi tiga problem pokok bangsa yaitu; merosotnyawibawa negara, merebaknya intoleransi, dan terakhir melemahnya sendi-sendiperekonomian nasional.
Dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental adalah menjadi manusiayang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong.Pemerintahan berkomitmen untuk jadi pelopor gerakanrevolusi mental kepada masyarakat agar menjadi gerakan sosial, karena pelakurevolusi mental adalah seluruh rakyat Indonesia.

2.    PENDIDIKAN DALAM REVOLUSI MENTAL
Pendidikan adalah pelatihan melalui suatu system yang bertujuan untuk mengembangkan dan mengingkatkan pengetahuan, perilaku, dan keterampilan sumberdaya makhluk hidup khususnya manusia. Kepribadian tidak terlepas dari pendidikan yang dilaksanakan selama menjalani masa kehidupan dan perkembangan. Warga Negara adalah manusia yang hidup dalam suatu wilayah sesuai dengan sosial budaya masyarakat setempat.
Pendidikan kepribadian warga Negara mengembang misi: sosio-pedagogis, sosiokultural, dan substantif akademis. Misi sosio-pedagogis adalah mengembangkan potensi individu sebagai insan Tuhan dan makhluk sosial menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, demokratis, taat hukum, beradab, dan religius. Misi sosiokultural adalah memfasilitasi perwujudan cita-cita, sistem kepercayaan/nilai, konsep, prinsip, dan praksis demokrasi dalam konteks pembangunan masyarakat madani Indonesia melalui pengembangan partisipasi warga negara yang cerdas dan bertanggungjawab melalui berbagaikegiatan sosio-kultural secara kreatif yang bermuara pada tumbuh dan berkembangnya komitmen moral dan sosial kewarganegaraan. Misi substantif-akademis adalah mengembangkan struktur atau tubuh pengetahuan pendidikan kepribadian warga Negara termasuk di dalamnya konsep, prinsip, dan generalisasi mengenai dan yang berkenaan dengan kebajikan warga negaradan budaya warga Negara melalui kegiatan penelitian dan pengembangan dan memfasilitasi praksis sosio-pedagogis dan sosio-kultural dengan hasil penelitian dan pengembangannya itu.
Pendidikan kepribadian warga negara harus dilaksanakan dari umur 7-12 tahun mengingat ditahap itulah individu mulai membangun persepsinya berdasarkan pengalaman belajar dan hidup. Kepribadian yang baik akan terbentuk apabila individu tersebut dibelajarkan pada tempat yang unggul dan dalam kehidupan sehari-hari mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan masyarakat. Untuk melakukan hal tersebut diperlukan mental baja agar berhasil mencapai tujuan hidup.
Jadi, pendidikan dalam revolusi mental adalah pendidikan yang melatih yang bertujuan untuk mengembangkan, meningkatkan pengetahuan, perilaku dan keterampilan seseorang.

3.  RELASI SPIRIT REVOLUSI MENTAL DAN NEGARA
Di Indonesia saat ini, banyak terjadi permasalahan perubahan mental dan moral menjadi tidak baik, contoh: warga negara menjadi komentator tanpa mengetahui permasalahan yang sebenarnya, warga negara menjadi suka melakukan tindak kekerasan untuk mencapai sesuatu, dan warga negara menjadi malas berusaha karena banyaknya bantuan yang langsung berupa uang. Untuk merubah permasalahan tersebut maka gerakan revolusi mental menjadi solusi.Pertama, kita harus mempunyai niat dari diri sendiri untuk meninggalkan nilai-nilai lama yang kurang sesuai dengan modernisasi budaya yang akan kita bangun. Kedua, mempunyai rasa empati tinggi dan mampu mencarikan jalan keluar bagi permasalahan perkembangan ekternal yang menjadi lingkungan budaya di mana gerakan revolusi mental akan dilaksanakan.
Kita patut berbangga dengan Indonesia, seluruh provinsi di Indonesia mewajibkan program pendidikan 12 tahun yang artinya seluruh rakyat Indonesia wajib berpendidikan paling rendah sekolah menengah atas. Tapi program tersebut belum tentu dapat diaprisiasi dan diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia, karena masih banyaknya pandangan masyarakat dalam hal ini orang tua yang berpendapat bahwa sekolah itu percuma hanya buangbuang uang, tenaga, dan pikiran. Pendekatan untuk menyadarkan banyakorang tua yang berpandangan seperti itu yaitu gerakan revolusi mental. Gerakan revolusi mental dapat meningkatkan pendidikan kepribadian bagi mereka.
4.  STRATEGI REVOLUSI MENTAL DALAM PENDIDIKAN
a)      Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu
b)      Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perekambangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
c)      Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras dan kondisi fisik tertentuan atau latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran
d)     Menjunjung tinggi peraturan per undang-undangan, hukum dank ode etikinstitusi pendidikan serta nilai-nilai agama danetika
e)      Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa

Revolusi mental, dapat menghasilkan  ketahanan  pendidikan,  Indonesia yang berdaulat dalam bidang pendidikan, Indonesia  yang  berkepribadian  secara sosial budaya, pendidikan yang mengkaji potensi  yang dimiliki  Indonesia dengan sebuah  sistem  pendidikan  yang  akun tabel,  bersih  dari  praktik  korupsi  yang bisa dirasakan oleh seluruh anak bangsa. Kemudian didukung oleh birokrasi yang bersih, andal, dan kapabel,  yang benar-benar bekerja melayani kepentingan pendidikan dan mendukung pekerjaan guru untuk  membentuk  karakter  siswa.
Pendidikanharusdiselenggarakansesuaidengan, sebagaiberikut :
1)    Pendidikan  diselenggarakan  secara  democrat is dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia,nilai  keagamaan,  nilai  kultural,  dan  kemajemukan  bangsa.
2)    Pendidikan  diselenggarakan  sebagai  satukesatuan  yang  sistemik  dengan  sistem terbuka  dan  multimakna
3)    Pendidikan  diselenggarakan sebagai  suatuproses  pembudayaan  dan  pemberdayaanpeserta  didik  yang berlangsung sepanjanghayat
4)    Pendidikan diselenggarakan dengan memberiketeladanan,  membangun  kemauan danmengembangkan kreativitas  peserta  didikdalam proses pembelajaran
5)    Pendidikan  diselenggarakan dengan  mengembangkan  budaya membaca,  menulis,dan  berhitung  bagi  segenap  wargamasyarakat
6)    Pendidikan  diselenggarakan  dengan  memberdayakan  semua  komponen  masyarakatmelalui peran  serta  dalam penyelenggaraandan  pengendalian  mutu layanan  pendidikan



  
DAFTAR PUSTAKA
·  Winataputra, Udin S. 2001. Paradigma Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Sistemik Pendidikan Demokrasi
· Budimanta, Arief, dkk. 2015. Panduan Umum Revolusi Mental. Jakarta: Kemenko BidangPembangunan Manusia dan Kebudayaan.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

A. Konsep penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah metode penellitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang ala...