MATERI 13
PENDIDIKAN REVOLUSI DI ERA REVOLUSI MENTAL
1.
PENGERTIAN REVOLUSI MENTAL
Revolusi Mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng
manusiaIndonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan
baja,bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.Revolusi di
jaman kemerdekaan adalah sebuah perjuangan fisik, perangmelawan penjajah dan
sekutunya, untuk mempertahankan Negara KesatuanRepublik Indonesia. Kini, 70 tahun
setelah bangsa kita merdeka,sesungguhnya perjuangan itu belum, dan tak akan
pernah berakhir. Kitasemua masih harus melakukan revolusi, namun dalam arti
yang berbeda.Bukan lagi mengangkat senjata, tapi membangun jiwa bangsa.Membangun
jiwa yang merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, danperilaku agar berorientasi
pada kemajuan dan hal-hal yang modern, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang
besar dan mampu berkompetisi denganbangsa-bangsa lain di dunia.
Gerakan revolusi mental semakin relevan bagi bangsa
Indonesiayang saat ini tengah menghadapi tiga problem pokok bangsa yaitu;
merosotnyawibawa negara, merebaknya intoleransi, dan terakhir melemahnya
sendi-sendiperekonomian nasional.
Dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental
adalah menjadi manusiayang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat
gotong royong.Pemerintahan berkomitmen untuk jadi pelopor gerakanrevolusi
mental kepada masyarakat agar menjadi gerakan sosial, karena pelakurevolusi
mental adalah seluruh rakyat Indonesia.
2.
PENDIDIKAN DALAM REVOLUSI MENTAL
Pendidikan
adalah pelatihan melalui suatu system yang bertujuan untuk mengembangkan dan
mengingkatkan pengetahuan, perilaku, dan keterampilan sumberdaya makhluk hidup
khususnya manusia. Kepribadian tidak terlepas dari pendidikan yang dilaksanakan
selama menjalani masa kehidupan dan perkembangan. Warga Negara adalah manusia
yang hidup dalam suatu wilayah sesuai dengan sosial budaya masyarakat setempat.
Pendidikan kepribadian warga Negara
mengembang misi: sosio-pedagogis, sosiokultural, dan substantif akademis. Misi
sosio-pedagogis adalah mengembangkan potensi individu sebagai insan Tuhan dan
makhluk sosial menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, demokratis, taat
hukum, beradab, dan religius. Misi sosiokultural adalah memfasilitasi
perwujudan cita-cita, sistem kepercayaan/nilai, konsep, prinsip, dan praksis
demokrasi dalam konteks pembangunan masyarakat madani Indonesia melalui
pengembangan partisipasi warga negara yang cerdas dan bertanggungjawab melalui
berbagaikegiatan
sosio-kultural secara kreatif yang bermuara pada tumbuh dan berkembangnya
komitmen moral dan sosial kewarganegaraan. Misi substantif-akademis adalah
mengembangkan struktur atau tubuh pengetahuan pendidikan kepribadian warga
Negara termasuk di dalamnya konsep, prinsip, dan generalisasi mengenai dan yang
berkenaan dengan kebajikan warga negaradan budaya warga Negara melalui kegiatan
penelitian dan pengembangan dan memfasilitasi praksis sosio-pedagogis dan
sosio-kultural dengan hasil penelitian dan pengembangannya itu.
Pendidikan
kepribadian warga negara harus dilaksanakan dari umur 7-12 tahun mengingat
ditahap itulah individu mulai membangun persepsinya berdasarkan pengalaman
belajar dan hidup. Kepribadian yang baik akan terbentuk apabila individu
tersebut dibelajarkan pada tempat yang unggul dan dalam kehidupan sehari-hari
mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan masyarakat. Untuk
melakukan hal tersebut diperlukan mental baja agar berhasil mencapai tujuan
hidup.
Jadi, pendidikan dalam revolusi mental adalah
pendidikan yang melatih yang bertujuan untuk mengembangkan, meningkatkan pengetahuan,
perilaku dan keterampilan seseorang.
3. RELASI
SPIRIT REVOLUSI MENTAL DAN NEGARA
Di Indonesia saat ini, banyak
terjadi permasalahan perubahan mental dan moral menjadi tidak baik, contoh:
warga negara menjadi komentator tanpa mengetahui permasalahan yang sebenarnya,
warga negara menjadi suka melakukan tindak kekerasan untuk mencapai sesuatu,
dan warga negara menjadi malas berusaha karena banyaknya bantuan yang langsung
berupa uang. Untuk merubah permasalahan tersebut maka gerakan revolusi mental
menjadi solusi.Pertama, kita harus mempunyai niat dari diri sendiri untuk
meninggalkan nilai-nilai lama yang kurang sesuai dengan modernisasi budaya yang
akan kita bangun. Kedua, mempunyai rasa empati tinggi dan mampu mencarikan
jalan keluar bagi permasalahan perkembangan ekternal yang menjadi lingkungan
budaya di mana gerakan revolusi mental akan dilaksanakan.
Kita patut berbangga dengan
Indonesia, seluruh provinsi di Indonesia mewajibkan program pendidikan 12 tahun
yang artinya seluruh rakyat Indonesia wajib berpendidikan paling rendah sekolah
menengah atas. Tapi program tersebut belum tentu dapat diaprisiasi dan diakses
oleh seluruh masyarakat Indonesia, karena masih banyaknya pandangan masyarakat
dalam hal ini orang tua yang berpendapat bahwa sekolah itu percuma hanya
buangbuang uang, tenaga, dan pikiran. Pendekatan untuk menyadarkan banyakorang
tua yang berpandangan seperti itu yaitu gerakan revolusi mental. Gerakan
revolusi mental dapat meningkatkan pendidikan kepribadian bagi mereka.
4. STRATEGI
REVOLUSI MENTAL DALAM PENDIDIKAN
a) Merencanakan pembelajaran, melaksanakan
proses pembelajaran yang bermutu
b) Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi
akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perekambangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni
c) Bertindak objektif dan tidak diskriminatif
atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras dan kondisi fisik
tertentuan atau latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi peserta didik
dalam pembelajaran
d) Menjunjung tinggi peraturan per
undang-undangan, hukum dank ode etikinstitusi pendidikan serta nilai-nilai
agama danetika
e) Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan
bangsa
Revolusi mental, dapat menghasilkan
ketahanan pendidikan, Indonesia yang berdaulat dalam bidang
pendidikan, Indonesia yang berkepribadian secara sosial budaya, pendidikan yang mengkaji potensi
yang dimiliki Indonesia dengan
sebuah sistem pendidikan
yang akun tabel, bersih
dari praktik korupsi
yang bisa dirasakan oleh seluruh anak bangsa. Kemudian didukung oleh
birokrasi yang bersih, andal, dan kapabel,
yang benar-benar bekerja melayani kepentingan pendidikan dan mendukung
pekerjaan guru untuk membentuk karakter
siswa.
Pendidikanharusdiselenggarakansesuaidengan, sebagaiberikut :
1) Pendidikan diselenggarakan secara
democrat is dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung
tinggi hak asasi manusia,nilai
keagamaan, nilai kultural,
dan kemajemukan bangsa.
2) Pendidikan diselenggarakan sebagai
satukesatuan yang sistemik
dengan sistem terbuka dan multimakna
3) Pendidikan diselenggarakan sebagai suatuproses
pembudayaan dan pemberdayaanpeserta didik
yang berlangsung sepanjanghayat
4) Pendidikan diselenggarakan
dengan memberiketeladanan,
membangun kemauan danmengembangkan
kreativitas peserta didikdalam proses pembelajaran
5) Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan
budaya membaca, menulis,dan berhitung
bagi segenap wargamasyarakat
6) Pendidikan diselenggarakan dengan
memberdayakan semua komponen
masyarakatmelalui peran
serta dalam
penyelenggaraandan pengendalian mutu layanan
pendidikan
DAFTAR PUSTAKA
· Winataputra, Udin S. 2001. Paradigma Pendidikan Kewarganegaraan
sebagai Wahana Sistemik Pendidikan Demokrasi
· Budimanta, Arief, dkk. 2015. Panduan Umum Revolusi Mental.
Jakarta: Kemenko BidangPembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar