Selasa, 28 Mei 2019

FILOSOFI PENDIDIKAN PAUD


MATERI V
FILOSOFI PENDIDIKAN PAUD
Pandangan orang tentang anak berbeda-beda sesuai dengan pengetahuan, pengalaman dan proses budaya yang berlaku dalam suatu masyarakat. Pandangan seseorang tentang anak mempengaruhi perlakuan pendidikan terhadap anak itu sendiri. Para ahli telah memberikan perhatian yang serius terhadap anak usia dini dan pendidikannya. Mereka berasal dari berbagai budaya suku bangsa dan latar belakang disiplin ilmu. Sebagai akibat perbedaan latar belakang, mereka pun mengkaji dan melihat secara berbeda pula tentang anak usia dini dan pendidikan yang sesuai. Ada pandangan para ahli yang mengakui bahwa anak lahir sudah dibekali dengan potensi-potensi positif, anak memiliki kekuatan-kekuatan positif untuk mengembangkan dirinya. Pandangan ini lebih melihat pendidikan terhadap anak usia dini sebagai upaya untuk mengembangkan potensi bawaannya. Pandangan ahli yang menganggap anak adalah lahir tergantung dan tanpa potensi dan membutuhkan orang lain untuk menentukan arah perkembangannya.
  • Filosofi pendidikan adalah nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan secara filosofisyang menjiwai, mendasari dan memberikan identitas (karakteristik) suatu sistem pendidikan. filosofis pendidikan adalah jiwa, ruh dan kepribadian sistem pendidikan nasional, karena sistem pendidikan nasional di jiwai, di dasari dan mencerminkan identitas pancasila, cinra dan karna bangsa kita. Filosofi pendidikan di jiwai pula oleh  tujuan nasional dan hastrat luhur rakyat indonesia yang di simpul dalam pembukaan uud 45. Filosofi  adalah ilmu untuk memahami semua hal yang timbul dalam hidup manusia yang hendaknya memenuhi syarat-syarat berpikir secara kritis, sistematis, menyusun dan mendalam.Filosofi menjadikan manusia berkembang dn mempunyai pandangan hidup yang menyeluruh dalam sistematis.
  • Pengertian paud menurut uu no 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional, paud adalah suatu upaya membina yang di tunjukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yng di lakukan melalui memberi rangsangan pendidikan untuk membantu tumbuh kembang  jasmani dan rohani gar anak memiliki kepersiapan dalam memasuki pendidikan.
1. ESENSIALISME
Esensialisme merupakan aliran pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia. Esensialisme muncul pada zaman Renaissance dengan ciri-cirinya yang berbeda dengan progresivisme. Dasar pijakan aliran pendidikan ini lebih fleksibel dan terbuka untuk perubahan toleran, dan tidak ada keterkaitan denagn doktrin tertentu. Esensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama, yang memberikan kestabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata nilai yang jelas (Zuhairini, 1991:21). .
     Esensialisme merupakan aliran pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umt manusia. Esensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasandan tahan lam, yang memberika ke stabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata nilaiyang jelas (zuhairini,1991:21).
Nilai-nilai yang dapat memenuhinya adalah yang berasal dari kebudayaan dan filsafat yang korelatif selama empat abad belakang.
2. PROGRESIVISME
Progresivisme mengakui dan berusaha mengembangkan asas progresivisme dalam semua realita kehidupan, agar manusia bisa menghadapi semua tantangan hidup. Dinamakan instrumentalisme karena aliran ini beranggapan bahwa kemampuan inteligensi manusia sebagai alat untuk hidup, untuk kesejahteraan dan untuk mengembangkan kepribadian manusia. Dinamakan eksperimentalisme karena aliran ini menyadari asas eksperimen untuk menguji kebenaran suatu teori. Progresivisme mengakui dan berusaha mengembangkan asas prograsivisme dalam semua realitas kehidupan, agar manusia bisa survive menghadapi semua tentang tantangan hidup. kemampuan intelegensi manusia sebagai alat untuk hidup, untuk kesejateraan dan untuk mengembangkan kepribadian manusia.
3. NATIVISME
Tokoh utama aliran Nativisme bernama Athur Schopenhauer (1788-1860) seorang filosof jerman. Aliran Nativisme dijuluki sebagai aliran posimistis karena para ahli yang menganut aliran ini berkeyakinan bahwa perkembangan manusia ditemukan oleh pembawanya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa. Para ahli yang mengikuti aliran Nativisme berpendapat bahwa perkembangan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang di bawa sejak lahir, jadi perkembangan individu itu semata-mata tergantung kepada dasar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan menurutaliran ini tidak mempunyai kekatan sama sekali. Apa yang patut dihargai dari pendidikan atau manfaat yang diberikan oleh pendidikan, tidak lebih dari sekedar permukaan peradaban dan tingkah laku sosial. 
Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan individu di tentukan oleh faktor bahwa sejak lahir (syah, 2008:43).  aliran ini berkeyakinan bahwa perkembangan bahwa  perkembangan manusia itu di tentukan boleh pembawanya. Pandangan ini tidak menyimpan dari kenyataan. miasalnya anak mirip orang tuanya secara fisik dan akan mewarisi sifat dan bakat orang tua. Pandangan Nativisme adalah pengakuan adanya daya asli yng telah terbentuk sejak manusia lahir kedunia, yaitu daya-daya psikologis dan fisiologis  serta kemampuan dasar yang ke pastiannya berbeda dalam diri tiap manusia.
4.  EKSISTENSIALISME
Secara epsitemologis, ada hal yang menarik dari Eksistensialisme bahwa manusia hendaknya menjadi manusia yang autentik, yang jujur dan memutuskan apa yang baik bagi dirinya secara bertanggung jawab dengan rasionalitas dan perasaannya. Eksistensialisme menjadi tonggak penting bagi perkembangan pendidikan. Pendidikan yang kembali kepada otonomi manusia atas alam. .
Eksitensi berarti keberadaan, eksitensialisme memiliki makna bahwa manusia berdiri sebagai dirinya dengan diri keluar dari diri sendiri. maksudnya manusia sadar bahwa dirinya ada. dalam pemikiran ini jelas bahwa manusia dapat memastikan diri bahwa dirinya ada.



Daftar pustaka:
·         jalaluddin, abdullah idi, 2013. Filsafat Pendidikan. Palembang: PT RAJAGRAFINDO PERSADA.
·         Sudarsono.2008.ilmu filsafat.jakart:PT rineka cipta.
·         Mohamad Anshar,2015 kurikulum Hakikat Fondasi, Desain, dan Pengembangan. Jl. Tambra Raya No. 23 Rawamangun. Jakarta 13220



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

A. Konsep penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah metode penellitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang ala...