MATERI V
FILOSOFI
PENDIDIKAN PAUD
Pandangan orang
tentang anak berbeda-beda sesuai dengan pengetahuan, pengalaman dan proses
budaya yang berlaku dalam suatu masyarakat. Pandangan seseorang tentang anak
mempengaruhi perlakuan pendidikan terhadap anak itu sendiri. Para ahli telah
memberikan perhatian yang serius terhadap anak usia dini dan pendidikannya.
Mereka berasal dari berbagai budaya suku bangsa dan latar belakang disiplin
ilmu. Sebagai akibat perbedaan latar belakang, mereka pun mengkaji dan melihat
secara berbeda pula tentang anak usia dini dan pendidikan yang sesuai. Ada
pandangan para ahli yang mengakui bahwa anak lahir sudah dibekali dengan
potensi-potensi positif, anak memiliki kekuatan-kekuatan positif untuk
mengembangkan dirinya. Pandangan ini lebih melihat pendidikan terhadap anak
usia dini sebagai upaya untuk mengembangkan potensi bawaannya. Pandangan ahli
yang menganggap anak adalah lahir tergantung dan tanpa potensi dan membutuhkan
orang lain untuk menentukan arah perkembangannya.
- Filosofi
pendidikan adalah nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan secara filosofisyang
menjiwai, mendasari dan memberikan identitas (karakteristik) suatu
sistem pendidikan. filosofis pendidikan adalah jiwa, ruh dan kepribadian sistem
pendidikan nasional, karena sistem pendidikan nasional di jiwai, di dasari
dan mencerminkan identitas pancasila, cinra dan karna bangsa kita.
Filosofi pendidikan di jiwai pula oleh tujuan nasional dan hastrat
luhur rakyat indonesia yang di simpul dalam pembukaan uud 45.
Filosofi adalah ilmu untuk memahami semua hal yang timbul dalam
hidup manusia yang hendaknya memenuhi syarat-syarat berpikir secara
kritis, sistematis, menyusun dan mendalam.Filosofi menjadikan manusia
berkembang dn mempunyai pandangan hidup yang menyeluruh dalam sistematis.
- Pengertian
paud menurut uu no 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional, paud adalah
suatu upaya membina yang di tunjukan kepada anak sejak lahir sampai dengan
usia enam tahun yng di lakukan melalui memberi rangsangan pendidikan untuk
membantu tumbuh kembang jasmani dan rohani gar anak memiliki
kepersiapan dalam memasuki pendidikan.
1. ESENSIALISME
Esensialisme
merupakan aliran pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai kebudayaan yang
telah ada sejak awal peradaban umat manusia. Esensialisme muncul pada zaman
Renaissance dengan ciri-cirinya yang berbeda dengan progresivisme. Dasar
pijakan aliran pendidikan ini lebih fleksibel dan terbuka untuk perubahan
toleran, dan tidak ada keterkaitan denagn doktrin tertentu. Esensialisme
memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki
kejelasan dan tahan lama, yang memberikan kestabilan dan nilai-nilai terpilih
yang mempunyai tata nilai yang jelas (Zuhairini, 1991:21). .
Esensialisme merupakan aliran pendidikan yang
didasarkan pada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umt
manusia. Esensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada
nilai-nilai yang memiliki kejelasandan tahan lam, yang memberika ke stabilan
dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata nilaiyang jelas
(zuhairini,1991:21).
Nilai-nilai yang dapat memenuhinya adalah yang berasal
dari kebudayaan dan filsafat yang korelatif selama empat abad belakang.
2. PROGRESIVISME
Progresivisme
mengakui dan berusaha mengembangkan asas progresivisme dalam semua realita
kehidupan, agar manusia bisa menghadapi semua tantangan hidup. Dinamakan
instrumentalisme karena aliran ini beranggapan bahwa kemampuan inteligensi
manusia sebagai alat untuk hidup, untuk kesejahteraan dan untuk mengembangkan
kepribadian manusia. Dinamakan eksperimentalisme karena aliran ini menyadari
asas eksperimen untuk menguji kebenaran suatu teori. Progresivisme mengakui dan berusaha
mengembangkan asas prograsivisme dalam semua realitas kehidupan, agar manusia
bisa survive menghadapi semua tentang tantangan hidup. kemampuan intelegensi
manusia sebagai alat untuk hidup, untuk kesejateraan dan untuk mengembangkan
kepribadian manusia.
3. NATIVISME
Tokoh utama
aliran Nativisme bernama Athur Schopenhauer (1788-1860) seorang filosof jerman.
Aliran Nativisme dijuluki sebagai aliran posimistis karena para ahli yang
menganut aliran ini berkeyakinan bahwa perkembangan manusia ditemukan oleh
pembawanya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa. Para
ahli yang mengikuti aliran Nativisme berpendapat bahwa perkembangan individu
itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang di bawa sejak lahir, jadi
perkembangan individu itu semata-mata tergantung kepada dasar. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa pendidikan menurutaliran ini tidak mempunyai kekatan
sama sekali. Apa yang patut dihargai dari pendidikan atau manfaat yang
diberikan oleh pendidikan, tidak lebih dari sekedar permukaan peradaban dan
tingkah laku sosial.
Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan individu di
tentukan oleh faktor bahwa sejak lahir (syah, 2008:43). aliran ini
berkeyakinan bahwa perkembangan bahwa perkembangan manusia itu di
tentukan boleh pembawanya. Pandangan ini tidak menyimpan dari kenyataan. miasalnya
anak mirip orang tuanya secara fisik dan akan mewarisi sifat dan bakat orang
tua. Pandangan Nativisme adalah pengakuan adanya daya asli yng telah terbentuk
sejak manusia lahir kedunia, yaitu daya-daya psikologis dan fisiologis
serta kemampuan dasar yang ke pastiannya berbeda dalam diri tiap manusia.
4.
EKSISTENSIALISME
Secara
epsitemologis, ada hal yang menarik dari Eksistensialisme bahwa manusia
hendaknya menjadi manusia yang autentik, yang jujur dan memutuskan apa yang
baik bagi dirinya secara bertanggung jawab dengan rasionalitas dan perasaannya.
Eksistensialisme menjadi tonggak penting bagi perkembangan pendidikan.
Pendidikan yang kembali kepada otonomi manusia atas alam. .
Eksitensi berarti keberadaan, eksitensialisme memiliki
makna bahwa manusia berdiri sebagai dirinya dengan diri keluar dari diri
sendiri. maksudnya manusia sadar bahwa dirinya ada. dalam pemikiran ini jelas
bahwa manusia dapat memastikan diri bahwa dirinya ada.
Daftar pustaka:
·
jalaluddin, abdullah idi, 2013. Filsafat Pendidikan.
Palembang: PT RAJAGRAFINDO PERSADA.
·
Sudarsono.2008.ilmu filsafat.jakart:PT rineka
cipta.
·
Mohamad Anshar,2015 kurikulum
Hakikat Fondasi, Desain, dan Pengembangan. Jl. Tambra Raya No. 23 Rawamangun.
Jakarta 13220
Tidak ada komentar:
Posting Komentar