MATERI 1
FILSAFAT PENDIDIKAN PAUD.
filsafat dan pendidikan
memiliki konsep yang berbeda, konsep filsafat harus di berikan pengertian
terlebih dahulu.filsafat di artikan sebagai way of life manusia
sepanjang kehidupannya di dunia , baik itu tentang cita-cita dan ideologi yang
di anutnya. filsafat bermakna sikap yang sadar dan dewasa dalam memikirkan
segala sesuatu secara menyeluruh.dalam dictionary of education,
pendidikan adalah sekumpulan proses yang memumgkinkan seseorang mengembangkan
kemampuan,sikap,dan bentuk tingkah laku yang bernilai positif di dalam
masyarakat tempat ia hidup.
filsafat pendidikan adalah nilai-nilai dan
keyakinan-keyakinan yang menjiwai, mendasari daan memberikan
identitas,serta karakteristik suatu sistem pendidikan.
Filsafat adalah
pencarian kebenaran dengan cara berfikir sistemais yang dilakukan secara
teratur mengikuti sistem yang berlaku sehingga tahapan-tahapanya mudahdi
ikuti.artinya cara berfikir yang mengikuti premis tertentu misalnya
menarik kesimpulan dari pemikiran umum ke arah pemikiran khusus atau
sebaliknya dari pemikiran umum ke pemikiran khusus.
Pendidikan merupakan usaha pengembangan kualitas diri manusia
dalam segala aspeknya. Pendidikan sebagai aktifitas yang di senganya untuk
mencapai tujuan tertentu dan melibatkan berbagai faktor yang saling berkaitan
antara satu dengan yang lain.Jadi filsafat pendidikan adalah pengetahuan yang
memikirkan hakikat pendidikan secara komprehensif dan kontemplatif tentang
sumber, seluk beluk pendidikan fungsi dan tujuan pendidikan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan filsafat pendidikan adalah
pengetahuan yang menyelidiki substansi pelaksanaan pendidikan yang berkaitan
dengan tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat ilmu pendidikan yang
berhubungan dengan analisis kritis terhadap struktur dan kegunaannnya.
DASAR-DASAR DAN TUJUAN FILSAFAT PAUD.
Dalam dasar-dasar dan tujuan filsafat paud agar semua
aspek terkembangkan. sebagai guru dan orang tua harus memberikan
stimulasi dan fasilitas agar perkembangan anak dapat tumbuh dan kembang sebagai
mana mestinya.
1. Tempa
Tempa adalah untuk
mewujudkan kualitas fisik anak usia dini melalui upaya pemelihraan kesehatan,
peningkatan mutu gizi, olahraga yang teratur dan terukur serta pendidikan
jasmani sehingga anak memiliki nilai-nilai karakteristik seperti fisik
kuat, lincah, memiliki daya tahan dan disiplin tinggi.
2. Asah
Asah dimaksudkan agar anak usia dini meiliki kondisi intelektual
yang berkembang, sehat, dan berkualitas. Hal ini dapat dilakukan melalui
pendidikan untuk menumbuh kembangkan potensi, minat, bakat, apresiasi,
persepsi, dan kreativitas intelektualnya secara berkelanjutan dan prospektif.
3. Asih
Asih pada dasarnya merupakan pendampingan dan perlindungan anak
usia dini. Sebagai upaya mewujudkan dan menjamin pemenuhan kebutuhan anak, hak
kelangsungan hidup, emansipasi, hak tumbuh kembang, hak mendapat perlindungan
dari pengaruh yang dapat merugikan pertumbuhan dan perkembangan misalnya,
perlakuan kasar dan eksploitasi, serta upaya pembinaan lanjutan dengan
mengutamakan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, serta hak untuk
berpartisipasi penuh dan pendayagunaan waktu luang secara bermanfaat.
4. Asuh
Asuh dimaksudkan untuk mewujudkan kualitas kepribadian dan jati
diri anak agar memiliki karakteristik:
a. integritas, iman, dan taqwa.
b. patriotisme, nasionalisme dan kepeloporan.
c. rasa tanggung jawab, jiwa kesatria, dan sportivitas.
d. jiwa kebersamaan, demokratis, dan tahan uji.
e. optimis dan keberanian mengambil resiko.
PRINSIP UMUM PAUD.
1. Beriorentasi pada kebutuhan anak : mengarah pada kebutuhan
fasilitas yang harus di miliki oleh sekolah ataupun di rumah contoh nya
kenyamanan ruangan kelas dan fasilitas berupa mainan yang dapat mengembangkan
aspek perkembangan fisik motorik,kognitif, sosial emosional, dan bahasa anak.
2. Sesuai dengan perkembangan anak : mengarah kepada stimulasi
perkembangan anak contoh nya seperti anak memainkan permainan rancang bangun
,permainan tersebut dapat mengembangkan fisik motorik dan sosial emosional anak
karena dalam permainan tersebut anak menyusun balok dengan jari-jari nya yang
dapat mengembangkan motorik halus anak dan sosial emosionl anak dapat
berkembang adanya interaksi dengan temannya dan dapat sabar apabila balok yang
di susun nya itu roboh atau terjatuh.
3. Sesuai dengan keunikan setiap individu :anak dalam masa umur
4-5 tahun pada masa itu tersebut merupakan masa emas ( golden age ) karena anak
pada masa itu mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat,
dalam rentan usia tersebut anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan masa
tersebut tidak akan tergantikan di masa yang akan datang.
4. kegiatan belajar dilakukan melalui bermain : bermain seraya
belajar dan belajar seraya bermain, karena anak usia dini dalam masa
perkembangan dan pertumbuhan. jadi dalam belajar sambil bermain anak dapat
mengembangkan aspek perkembangan nya sendiri baik motorik, kognitif,sosial
emosiaonal dan bahasa anak .
Daftar pustaka :
- Tedi Priatna, Reaktualisasi
Paradigma Pendidikan Islam, Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004, hlm. 27.
- Jalaluddin dan Idi, Abdullah. 2007.
Filsafat Pendidikan, Yogyakarta. Ar-Ruzz Media.
- Soegiono dan Mis Tamsil,2012.filsafat
pendidikan,Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
- Ramayulis.2015.Dasar-Dasar Kependidikan Suatu PengantarIlmu Pendidikan, Jakarta:Kalam Mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar