Selasa, 28 Mei 2019

FILSAFAT PENDIDIKAN PAUD


MATERI 1
FILSAFAT PENDIDIKAN PAUD.

        filsafat dan pendidikan memiliki konsep yang berbeda, konsep filsafat harus di berikan pengertian terlebih dahulu.filsafat di artikan sebagai way of life manusia sepanjang kehidupannya di dunia , baik itu tentang cita-cita dan ideologi yang di anutnya. filsafat bermakna sikap yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara menyeluruh.dalam dictionary of education, pendidikan adalah sekumpulan proses yang memumgkinkan seseorang mengembangkan kemampuan,sikap,dan bentuk tingkah laku yang bernilai positif di dalam masyarakat tempat ia hidup.
filsafat pendidikan adalah nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan  yang menjiwai, mendasari daan memberikan identitas,serta karakteristik suatu sistem pendidikan.

            Filsafat adalah pencarian kebenaran dengan cara berfikir sistemais yang dilakukan secara teratur mengikuti sistem yang berlaku sehingga tahapan-tahapanya mudahdi ikuti.artinya cara berfikir yang mengikuti premis tertentu misalnya menarik  kesimpulan dari pemikiran umum ke arah pemikiran khusus atau sebaliknya dari pemikiran umum ke pemikiran khusus.
Pendidikan merupakan usaha pengembangan kualitas diri manusia dalam segala aspeknya. Pendidikan sebagai aktifitas yang di senganya untuk mencapai tujuan tertentu dan melibatkan berbagai faktor yang saling berkaitan antara satu dengan yang lain.Jadi filsafat pendidikan adalah pengetahuan yang memikirkan hakikat pendidikan secara komprehensif dan kontemplatif tentang sumber, seluk beluk pendidikan fungsi dan tujuan pendidikan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan filsafat pendidikan adalah pengetahuan yang menyelidiki substansi pelaksanaan pendidikan yang berkaitan dengan tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat ilmu pendidikan yang berhubungan dengan analisis kritis terhadap struktur dan kegunaannnya.

DASAR-DASAR DAN TUJUAN FILSAFAT PAUD.

  Dalam dasar-dasar dan tujuan filsafat paud agar semua aspek  terkembangkan. sebagai guru dan orang tua harus memberikan stimulasi dan fasilitas agar perkembangan anak dapat tumbuh dan kembang sebagai mana mestinya.

1. Tempa
 Tempa adalah untuk mewujudkan kualitas fisik anak usia dini melalui upaya pemelihraan kesehatan, peningkatan mutu gizi, olahraga yang teratur dan terukur serta pendidikan jasmani  sehingga anak memiliki nilai-nilai karakteristik seperti fisik kuat, lincah, memiliki daya tahan dan disiplin tinggi.
2. Asah
Asah dimaksudkan agar anak usia dini meiliki kondisi intelektual yang berkembang, sehat, dan berkualitas. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan untuk menumbuh kembangkan potensi, minat, bakat, apresiasi, persepsi, dan kreativitas intelektualnya secara berkelanjutan dan prospektif.


3. Asih
Asih pada dasarnya merupakan pendampingan dan perlindungan anak usia dini. Sebagai upaya mewujudkan dan menjamin pemenuhan kebutuhan anak, hak kelangsungan hidup, emansipasi, hak tumbuh kembang, hak mendapat perlindungan dari pengaruh yang dapat merugikan pertumbuhan dan perkembangan misalnya, perlakuan kasar dan eksploitasi, serta upaya pembinaan lanjutan dengan mengutamakan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, serta hak untuk berpartisipasi penuh dan pendayagunaan waktu luang secara bermanfaat.

4. Asuh
Asuh dimaksudkan untuk mewujudkan kualitas kepribadian dan jati diri anak agar memiliki karakteristik:
a. integritas, iman, dan taqwa.
b. patriotisme, nasionalisme dan kepeloporan.
c. rasa tanggung jawab, jiwa kesatria,  dan sportivitas.
d. jiwa kebersamaan, demokratis, dan tahan uji.
e. optimis dan keberanian mengambil resiko.


PRINSIP UMUM PAUD.
1. Beriorentasi pada kebutuhan anak : mengarah pada kebutuhan fasilitas yang harus di miliki oleh sekolah ataupun di rumah contoh nya kenyamanan ruangan kelas dan fasilitas berupa mainan yang dapat mengembangkan aspek perkembangan fisik motorik,kognitif, sosial emosional, dan bahasa anak.
2. Sesuai dengan perkembangan anak : mengarah kepada stimulasi perkembangan anak contoh nya seperti anak memainkan permainan rancang bangun ,permainan tersebut dapat mengembangkan fisik motorik dan sosial emosional anak karena dalam permainan tersebut anak menyusun balok dengan jari-jari nya yang dapat mengembangkan motorik halus anak dan sosial emosionl anak dapat berkembang adanya interaksi dengan temannya dan dapat sabar apabila balok yang di susun nya itu roboh atau terjatuh.
3. Sesuai dengan keunikan setiap individu :anak dalam masa umur 4-5 tahun pada masa itu tersebut merupakan masa emas ( golden age ) karena anak pada masa itu mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, dalam rentan usia tersebut anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan masa tersebut tidak akan tergantikan di masa yang akan datang.
4. kegiatan belajar dilakukan melalui bermain : bermain seraya belajar dan belajar seraya bermain, karena anak usia dini dalam masa perkembangan dan pertumbuhan. jadi dalam belajar sambil bermain anak dapat mengembangkan aspek perkembangan nya sendiri baik motorik, kognitif,sosial emosiaonal dan bahasa anak .





Daftar pustaka :
  •          Tedi Priatna, Reaktualisasi Paradigma Pendidikan Islam, Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004, hlm. 27.
  •          Jalaluddin dan Idi, Abdullah. 2007. Filsafat Pendidikan, Yogyakarta. Ar-Ruzz Media.
  •          Soegiono dan Mis Tamsil,2012.filsafat pendidikan,Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  •          Ramayulis.2015.Dasar-Dasar Kependidikan Suatu PengantarIlmu Pendidikan, Jakarta:Kalam Mulia.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

A. Konsep penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah metode penellitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang ala...