Selasa, 28 Mei 2019

FILSAFAT PENDIDIKAN SEBAGAI DASAR UNTUK PELAKSANAAN PENDIDIKAN YANG HUMANIS


MATERI 5

FILSAFAT PENDIDIKAN SEBAGAI DASAR UNTUK PELAKSANAAN PENDIDIKAN YANG HUMANIS

1. Defenisi logika
Logika adalah hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.Kata logika bersal dari kata yunani kuno (logos) yang juga merupakan salah satu cabang ilmu filsafat
.
Adapun menurut pendapat para ahli mengenai pengertian logika yaitu :
a.       Menurut aristoteles
            Logika adalah ajaran tentang berfikir yang secara ilmiah membicarakan bentuk pikiran itu sendiri dan hukum-hukum yang menguasai pikiran.
b. Menurut w. Poespoprodjo, EK. T. Gilarso. (2006 : 13)
 Logika merupakan ilmu dan kecakapan menalar, berpikir dengan tepat.Nama logika untuk pertama kali muncul pada filsuf cicero (abad ke -1 sebelum masehi),tetapi dalam arti seni berdebat. Alexander aphrodisias (sekitar permulaa abad ke -3 sesudah masehi) adalah orang pertama yang mempergunakan kata logika dalam arti ilmu yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. (K. Bertens, 1975, hlm. 137 - 138).
Lapangan dalam logika adalah asas - asas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat, dan sehat. Agar dapat berpikir lurus, tepat, dan teratur, logika menyelidiki, merumuskan serta menerapkan hukum - hukum yang ditepati.
Kata logika merupakan bahasa latin yang berasal dari kata ‘logos’ yang berarti perkataan atau sabda. Istilah lain digunakan sebagai gantinya adalah ‘mantiq’ kata arab yang diambil dari kata ‘‘nathaqa’’ yang berarti berkata atau berucap. Dalam bahasa sehari-hari kita sering mendengar ungkapan serupa alasannya tidak logis , kabar itu tdiak logis, yang dimaksud logis disini adalah masuk akal.
Dalam keterangan lain disebutkan bahwa perkataan logika adalah berasal dari kata sifat logike atau bahasa Yunani yang berhubungan dengan kata benda logos, yang artinya pikiran atau kata sebagai pernyataan dari pikiran itu. Jadi logika adalah ilmu yang mempelajari pikiran yang dinyatakan dalam bahasa.
2. Urgensi berfikir logis
Berpikir secara logis adalah suatu proses berpikir dengan menggunakan logika, rasional dan masuk akal. Logika adalah ilmu yang mengkaji pemikiran. Karena pemikiran selalu dieskusikan dalam kata - kata, maka logika juga berkaitan dengan kata sebagai ekspresi dari pemikiran. Dengan berpikir logis, kita mampu membedakan dan mengkritisi kejadian - kejadian yang terjadi pada kita saat ini apakah kejadian - kejadian itu masuk akal dan sesuai dengan ilmu pengetahuan atau tidak.
Cara berfikir logis yang biasa dikembangkan, dapat dibagi menjadi dua, yaitu berpikir secara deduktif dan berpikir secara induktif.
Logika deduktif adalah penarikan kesimpulan yang diambil dari proposisi umum ke proposisi khusus.
Adapun logika induktif kebalikan dari logika deduktif. Jenis logika ini harus mengikuti penalaran yang berdasarkan pengalaman atau kenyataan. Artinya, jika tidak ada bukti maka kesimpulannya belum tentu benar atau pasti.
3. Logika Fallacy (Sesat Pikir)
a.         Pengertian Fallacy (sesat pikir)
Fallacy (sesat pikir) artinya kekeliruan / kesalahan  dalam penalaran berupa penarikan kesimpulandengan langkah-langkah tidak valid, karena melanggar kaidah-kaidah logika berupa perbincangan yang menyesatkan dengan sengaja maupun tidak sengaja memasukkan hal-hal yang dapat menimbulkan kesimpulan yang tidak sah.
b.        Macam fallacy
- Formal Fallacy / logical fallacy
Sesat pikir bentuk tidak mengikuti aturan logika formal. Kesesatan formal terjadi ketika bentuk penalaran yang digunakan tidak tepat. Kesesatan ini tidak memperhitungkan apakah premisnya benar atau tidak, yang diperhitungkan adalah struktur penalarannya yang salah.
- Verbal Fallacy
Sesat pikir arti kata, pemakaian kata-kata yang salah, kemakna-gandaan dari suatu kata.
- Non Verbal Fallacy / Material Fallacy
Sesat pikir menurut isi, menyangkutkenyataan-kenyataan yang sengaja atau tidak disesatkan. Argumen yang tidak keliru secara struktur, tetapi keliru dalam hal alasan yang digunakan dalam argumen tersebut. Kebanyakan kesesatan logika yang terjadi bersifat non verbal.
  

Daftar pustaka :
  • Drs. Surajiyo. Ilmu filsafat suatu pengantar. penerbit bumi aksara
  • Abintoro Prakoso, Hukum, Filsafat Logika dan Argumentasi Hukum, Surabaya : LaksBang Justitia,/ 2015.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

A. Konsep penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah metode penellitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang ala...